VISI DAN MISI

Management Bridge Client




Routerboard MikroTik adalah sebuah perangkat yang memiliki fungsi dasar sebagai router yang menghubungkan antar jaringan dengan segment yang berbeda. Selain fungsi tersebut juga terdapat fungsi-fungsi yang ditambahkan untuk pengelolaan jaringan. Diantaranya adalah Firewall, Bridge, Switch, Management Bandwith (QoS), Proxy, Hotspot, Network Monitoring, dll.
Ketika MikroTik berjalan sebagai router, maka kita dapat melakukan managemen jaringan seperti filtering akses dari client, NAT, dan juga mengelola bandwith (QoS) untuk setiap client. Namun bagaimana jika router tersebut difungsikan sebagai bridge yang mana client-client yang terhubung merupakan satu segment yang sama. Secara logika jika komunikasi masih didalam segment yang sama, maka setiap client bisa langsung saling komunikasi tanpa adanya proses routing. Apabila demikian, bagaimana caranya kita melakukan mangement pada client-client tersebut seperti menggunakan fitur firewall, montoring client, NAT, dll?
Ternyata pada fungsi bridge di Router MikroTik telah ditambahkan fitur secara khusus untuk melakukan management client. Diantaranya adalah fungsi Filter, NAT, Host Monitoring. Selain itu kita juga bisa melakukan konfigurasi dengan memilih opsi 'Use IP Firewall' pada 'Tab Settings'. Dengan demikian kita bisa mengelola trafik-trafik dari client yang terhubung pada port bridge dengan melalui fitur Firewall.


Packet Flow
| Bridging dengan 'Use IP Firewall'

Bridge Filter

Sebenarnya ada dua pilihan yang dapat digunakan untuk filtering akses pada fungsi bridge. Kita bisa menggunakan 'Bridge Filters' atau 'Firewall Filter'. Namun, kita bisa mendapatkan parameter pengaturan lebih lengkap jika menggunakan firewall filter. Untuk mengaktifkannya kita pilih Settings -> centang opsi 'Use IP Firewall'.



Kemudian untuk implementasi filtering seperti pada umumnya. Namun untuk penentuan parameter interfacenya (baik in-interface atau out-interface), kita tidak bisa menggunakan Physical Interface lagi namun menggunakan Logical Interface, yaitu interface 'Bridge'.
Sebagi contoh kita akan melakukan blocking sebuah perangkat client untuk mengakses sebuah server file lokal yang sama-sama terkoneksi ke interface bridge.


Diatas adalah gambaran topologinya supaya lebih mudah untuk memahami. Kemudian berikut ini adalah konfigurasi yang dilakukan pada router.


Apabila kita menggunakan menu 'Bridge Filter' kita bisa menentukan baik menggunakan Physical Interface maupun Logical interface. Namun, untuk penentuan client/perangkat, secara default kita menggunakan 'MAC Address'. Untuk konfigurasinya pilih menu Bridge -> Filters -> Add [+].




Bridge NAT

Untuk NAT tidak ada perbedaan seperti halnya Filter, kita bisa menggunakan baik 'Bridge NAT' ataupun 'Firewall NAT'. Kita tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan jaringan kita.


Fitur NAT pada menu Bridge -> NAT
 
 
 

Management Bridge Client [part 2] - Bridge Horizon




Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai bagaimana mengelola client-client yang terkoneksi ke router dengan mode bridge. Untuk kali ini kita akan melanjutkan mengenai pembahasan 'Management Bridge Client'. Namun kita akan menekankan pembahasan pada penggunaan bridge horizon di interface bridge.
Bridge Horizon
Sebuah jaringan yang dibangun dengan topologi bridge (satu segment jaringan) rentan dengan terjadinya 'looping'. Nah, untuk mencegah hal tersebut kita bisa mengatur pada parameter 'Horizon' di masing-masing interface yang masuk kedalam bridge port.
Bridge Horizon atau bisa disebut juga dengan Split Horizon Bridging. Dengan metode ini memungkinan router melakukan tracking terhadap datangnya trafik/informasi dari router mana. Sehingga router tidak akan mengirimkan informasi kepada router pada jalur yang sama.
 
Untuk konfigurasinya hanya dilakukan pada salah satu router jika terdapat beberapa router yang terhubung pada jaringan bridge tersebut. Caranya pun cukup mudah kita tinggal menentukan nilai dari parameter 'horizon' di interface yang terdapat didalam bridge port. Tidak ada ketentuan khusus untuk nilainya, kita bisa mengisinya berapa saja.
 
Jika contoh dalam bentuk script adalah sebagai berikut:
/interface add bridge name=bridge1
/interface bridge port add name=bridge1 interface=ether3 horizon=1
Sebetulnya router mikrotik sendiri sudah memiliki mekanisme baru untuk mencegah terjadinya 'looping' yaitu dengan menggunakan protokol rstp pada interface bridge.
Namun, dikarenakan alasan keamanan apalagi penggunaan di jaringan umum, maka bisa mengimplementasikan metode bridge horizon. Salah satu contohnya jika kita menggunakan winbox pada PC/Laptop maka router lain yang terhubung dengan 'bridge horizon' tidak akan secara otomatis ter-scan. Hal ini biasanya diterapkan pada jaringan wireless yang menggunakan 'bridge network' dengan sebuah router gateway dan beberapa AP (Access Point).
Untuk contoh topologi dari implementasi diatas adalah sebagai berikut:
Note : Nilai dari parameter 'Horizon' hanya bersifat lokal (Peer-to-Peer). Sehingga, tidak masalah jika menggunakan nilai yang sama untuk semua router yang terhubung ke Bridge Network.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar